Pages

Sunday, March 2, 2014

Ketika Umi sakit

Sekitar dua minggu yang lalu saya mulai merasakan kurang sehat, awalnya diare, lalu diiringi sedikit sakit kepala dan mual muntah, tentu saja komentar ibu yang membantu cuci gosok, sabar saja umi, bawaan bayi, namun seminggu kemudian saya mulai merasa ada yang salah, ulu hati mengeras dengan nyeri tekan yang lumayan hebatm pusing berputar, menjelang pagi hampir selalu saya mengigil, teringat ketika harus menahan sakit agar mami bisa berangkat ibadah haji dengan tenang, saya dirawat di RS sesaat setelah mengatra mami ke bus rombongan haji, bahkan tak sempat kembali kerumah. berapa tahun yang lalu itu? mestinya hampir 14 tahun yang lalu.

Sangat bersyukur sejak menikah dan punya berat badan yang lebih ideal (ehem) pencernaan saya tak lagi meraung-raung seperti jaman remaja dulu, pun Alhamdulillah, Alloh menganugerahi saya kesehatan yang baik, Alhamdulillah. Maka saya curiga ada yang tidak beres, dua kali kehamilan saya tak pernah begini, meskipun diembel-embeli tiap anak bawaannya beda-beda, saya kembali ke dokter kandungan saya , mendapat pemeriksaan darah yang lengkap, dengan beberapa yang mesti dibawa ke laborat yang lebih besar, selama beberapa hari menunggu hasil lab, kesahatan saya naik turun, sempat memaksakan diri untuk beraktivitas keluar bersama anak-anak dan jalan-jalan membuat saya ambruk diakhir minggu, ketika suami membawa hasil laborat dengan berbagai pemeriksaan mendukun, hasilnya "thypus" ahh saya sudah menduga meskipun mencoba mengingkarinya. tawaran untuk rawat inap saya tolak, saya seorang ibu, dengan tidak terlalu banyak bantuan, suami bekerja, tak ada pengasuh dengan anak diusia sekolah dan tidak disekolahkan! Bagaimana dengan makanan anak-anak? bekal suami? kegiatan anak-anak?

Seminggu memaksakan diri di rumah, ibu saya pun datang menengok dan saya kembali down, terus muntah, nyaris tak ada makanan/cairan yang masuk, selasa dini hari tepat setelah tengah malam, saya terbangun, terus muntah dan diare hingga menjelang subuh, terakhir cairan merah pun keluar banyak ya saya muntah darah. saya membangunkan suami, ibu saya pun ikut terbangun, akhirnya berakhirlah di 3 hari di sebuah kamar di rumah sakit.

2 malam saya mendapat laporan anak-anak yang menangis ketika harus dikelonin sang nenek, sesiangan minta ikut di RS, membuat saya tersadar, saya harus SEHAT, harus!!
bukan dengan merasa kuat lalu berusaha beraktivitas berat lalu ambruk kembali, TIDAK. Keluarga saya membutuhkan saya, more than anything, saya ingin selalu bersama mereka, maka saya pun bertekad, melakukan yang terbaik, berkaitan dengan kondisi kehamilan sya maka meskipun pemeriksaan pendukung sudah dilakukan, kami memutuskan bahwa saya tidak mengkonsumsi anti biotik. maka dengan bantuan infus cairan, vitamin, makan yang baik dan istirahat cukup, saya memaksakan pulang..

Saya bertekad untuk tetap cukup istirahat selama di rumah, tidak beraktivitas yang berat, karena saya ingin benar-benar sehat, untuk mereka yang menyayangi saya.

Minggu pagi ini, kami makan nasi uduk, dimasak oleh tetangga, nasi uduk dan pendampingnya yang nyaris semua keasinan, plus bakwan, yang sangat hambar, well saya masih belum masak, jadi mari bersyukur untuk makanan yang masih tersedia di meja makan hari ini. Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment