Pages

Wednesday, September 18, 2013

Dan semua pun beradaptasi



Muali pertengahan juni saya mulai menjalankan 24/7 shift alias tidak lagi punya kewajiban sebagai ibu bekerja, maaf tapi posting kali ini bukan membahas tentang ibu bekerja VS ibu rumah tangga.
Ini adalah tentang adaptasi, adaptasi saya, adaptasi anak-anak, mungkin adaptasi suami juga meskipun  tidak terlalu terlihat, piss mbi 

Meskipun sebelumnya anak-anak sempat ikut saya ke kantor setiap hari selama beberapa jam, dengan kata lain tetap nyaris seharian tetap bersama saya, tentu saja suasananya sangat berbeda, karena tetap ada ritme yang berbeda, ketergesa-gesaan dan tight schedule, jam sekian harus siap, jam sekian sudah harus ikut saya, dan lain-lain.

Semula impian saya adalah ketika saya dirumah adalah semuanya indah, semua bisa bersama-sama, dan segala impian indah lainnya, ternyata tentu saja realitanya tidak semudah itu, meskipun bekerja dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah dan bisa membawa anak ke kantor, anak-anak sepertinya dibawah sadar mereka tahu bahwa mereka harus mandiri, karena saya “masih” punya tanggung jawab yang lain, ini membuat mereka cenderung lebih cekatan, dan mandiri, karena mereka ikut terlibat hampir dalam semua kegiatan saya, misalnya ketika hari tertentu saya harus menitipkan mereka di daycare, mereka harus siap lebih pagi, karena perjalanan yang tidak dekat, demikian juga ketika hari les, atau berkunjung ke rumah teman.

Ketika saya berada dirumah hari-hari pertama yang saya rasakan adalah, anak-anak jadi jauuh lebih manja, bangun lebih siang, dan ber santai-santai dalam banyak hal, dan mereka yang terbiasa mengurus kepentingannya sendiri seperti
Meletakkan baju kotor
Menyiapkan meja makan, dan membereskan sesudah makan
Membereskan sendiri mainannya
Tiba-tiba menjadi kurang disiplin. Sayapun mencoba mengevaluasi apa yang salah, kemudian saya mencoba menarik kesimpulan

Umumnya ketika mengerjakan sesuatu kami dikejar agenda berikutnya, misal, umi siapin makan, kalian beresin meja, habis makan cepat beres-beres, mas dan adik ikut umi ke kantor, atau ke daycare. Waktu yang terbatas, itu yang selama ini kami hadapi, ketika saya ada selalu ada di sekitar mereka maka waktu jadi tidak terbatas lagi.

Yang semula sudah tidur  terpisah mendadak minta ditemani setiap malam, atau tiba-tiba pindah ke kamar kami ditengah malam.

Ketika saya mencoba melakukan evaluasi maka kesimpulannya adalah “saya” penyebabnya, me and my guilty feeling, bisa selalu berada bersama anak-anak membuat saya “over excited” dan  kurang konsisten , dan inilah saatnya kami semua beradaptasi, saya tentunya untuk bisa lebih konsisten, berlatih untuk berkata “tidak” sesekali kepada anak-anak, selanjutnya tentu syauqi dan tsaqib, bahwa saya selalu ada dirumah bukan berarti bermanja-manja setiap saat.

Dan hari ini lebih dari tiga bulan saya dirumah, Alhamdulillah kondisinya sudah sangat membaik, syauqi bahkan sudah mulai membantu adiknya berganti pakaian, meskipun tentu saja pasang-surut tetap saja terjadi, tapi saya selalu berusaha menikmatinya, bersyukur setiap saat, Alhamdulillah, karena saya bangga atas keputusan yang telah saya ambil, dan kini waktunya menjalaninya, dengan bahagia, bersama-sama, Insya alloh. Semoga Alloh selalu memudahkan. Aamiin.

No comments:

Post a Comment