Pages

Wednesday, September 18, 2013

sunat, dan artinya buat saya

well, pengertian dan mengapa anak-anak kami perlu disunat baik secara agama maupun kesehatan tidak akan dibahas disini, karena itu ada dimana-mana.

ini tentang momment sunat untuk saya, sejak lama kami sudah merencanakan anak-anak untuk disunat apalagi tsaqib yang phimosis, namun dengan penolakan dan keaktivannya, kami kuatir bius lokal akan terlalu beresiko baik untuk proses sunatnya sendiri maupun trauma yang ditimbulkan.

karena insiden tsaqib kena roda sepeda hari sabtu 8 juni (maafkan umi nak) setelah periksa dan rontgen di RS terdekat yang sangat mengecewakan, kamipun mencari second opinion sekaligus karena mas syauqi beberapa kali mengeluh gatal, maka kamipun mempercepat prosesnya, kami pun membawa anak-anak ke seorang dokter bedah anak yang luar biasa baik dan informatif, Alhamdulillah.

senin, 10 juni 2013 kami bertemu dengan dokter bedah anak dari dia kami tau syauqi ternyata urgent untuk disunat dan karena waktu yang dibutuhkan lebih lama (jauuh lebih lama) dibanding sunat pada umunya maka biusnyapun harus total, keterangan selanjutnya hanya bergaung2 ditelinga saya, airmata sudah terlanjur membanjir, bayiku yang kecil harus dioperasi........ selanjutnya semua seperti dalam tombol fast forward cek darah rontgen.... keesokan paginya bernagi tugas saya dan suami untuk menjaga dan membawa anak-anak mengurus administrasi dan lain-lain, muali pasang infus, puasa sungguh ini adalah pengalaman pertama bagi saya, nyaris saya terus menangis diluar ruangan, sampai menjelang syauqi masuk kamar operasi suami berkata "special kids only given to special mom, like you, be tough" semuanya serba mendadak, mami, ibu mertua kakak-kakak baru mendengar kabar pagi itu, suami mendampingi syauqi masuk ke ruang operasi melihat mental saya yang anjlok dokter melarang saya masuk, dan saya menunggu hampir dua setengah jam (2.5) di luar ruangan operasi, memegang Qur'an biru sambil terus menangis, tsaqib ada di kamar perawatan saya titipkan pada pengasuh sementara, beberapa orang yang saya tidak kenal menyapa, menguatkan duduk bersama, menjelang operasi berakhir barulah mami dan kakak hadir.saat ketika mendengar tangisannya bersamaan dengan dibukanya pintu kamar pemulihan saya bersujud... bersyukur saya masih diberi kesempatan mendengar suaranya....

masa peralihan antara sadar dan tidak sungguh menghancurkan hati saya beberapa saat kemudian syauqi tertidur, ketika terbangun sudah mulai berkomunikasi dengan baik, Subhanalloh....
malamnya saya bersujud... 6 tahun 5 bulan usianya, ini kali pertamanya saya diuji melihatnya kesakitan, bertahun-tahun saya menikmati hari-hari indah bersamanya, kadang saya lupa bersyukur, atas kesahatan selama ini, atas waktu yang berlimpah, suatu titik balik bagi saya, makin bulat niat dihati saya, inilah saatnya untuk saya menghabiskan hari hari bersama mereka, suami dan ank-anak.

keesokan harinya syauqi sudah sangat membaik, karena itulah kami memberanikan diri, esoknya, kamis 13 juni 2013 tsaqib melalui proses yang sama, tanpa adanya "tambahan prosedur" maka prosesnyapun kurang lebih hanya 30 menit sudah termasuk persiapan, saya mendampingi sampai dengan tsaqib dibius menyaksikan prosesnya abinya saja saya menanti diluar, tentu saja doa terus mengalir namun secara mental saya lebih siap termasuk menghadapi proses sadarnya, namun karena bius yang digunakan adalah TIFA maka sesaat bius dilepas anak-anak langsung tersadar, karena proses sunatnya lebih sebentar maka proses sadarnyapun lebih cepat.

meskipun harus berkutat dengan tsaqib yang tidak mau sama sekali disetuh obat obatan termasuk betadine, saya tetap berbahagia, telah menjalni proses ini bersama mereka, suatu proses pendewasaan untuk saya, IKHLAS ternyata saya masih harus belajar banyak.

No comments:

Post a Comment