Yang Pertama Buku, untuk menanamkan kecintaan anak-anak pada buku, saya nyaris membeli semua jenis buku anak, belakangan tersotir yang kurang layak akhirnya masuk kardus, memenuhi garasi, dan menggeser penghuni asli garasinya ke teras, targetnya 1 hari satu buku, namun sejak bulan juni lalu saya full dirumah, kami membuat kebiasaan baru, Reading time bahasa saya dan syauqi, saya, syauqi, tsaqib akan bersama-sama membaca buku lalu kami bercerita tentang buku yang kami baca, Alhamdulillah saya sangat gembira atas minta baca syauqi yang besar, sampai.... saya menemukan kebiasaan saya ada di syauqi, tidak bisa berhenti kalau sudah membaca, bukunya diseret-seret kemana-mana, males makan, olah raga buru-buru, sampai akhirnya dengan berat hati saya mengambil keputusan:
- Memberikan contoh yang baik, bahwa saya juga tidak baca sembarangan (maksudnya disembarang tempat, dengan posisi sembarangan) saya suka baca sambil masak, hiks contoh yang buruk.
- Memberikan pengertian bahwa bahkan untuk hal baik (membaca contohnya), juga harus dilakukan dengan cara-cara yang baik.
Yang kedua adalah Games, yah dirumah kami memang games diijinkan namun ada batas waktunya, syauqi Alhamdulillah sudah sangat mengerti itu, berapa lama dia seharusnya bermain games, baik di Laptop, nintendi Wii, maupun menggunakan Ipad, Tsaqib masih sering rewel ketika waktunya bermain games dihentikan, hmm PR besar buat kami.
Nah, yang terkhir adalah Televisi, ini sebearnya salah saya, dahulu kami memang menerapkan NO TIVI, sukes memang karena kami konsisten, ketia kemudian, boleh pakai TV untuk nonton DVD, dan lain-lain disitulah mulai timbul masalahnya, ketika sudah menggunakan Televisi, maka kamipun melonggar untuk tidak apa menyalakan Chanel yang baik, kemudian saya sadar, Bahkan untuk Chanel anak-anak pun, begitu banyak muatan yang kurang layak untuk anak-anak, IKlan terutama!! bahkan untuk TV berlangganan yang mengaku tanpa Iklan! Let say kita sudah memilih acara yang sesuai,tiba-tiba nongol dengan ajaibnya iklan, seperti NEXT atau THIS Weeekend! Untuk acara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai di rumah kami, Tahan Napas tentu saja, apalagi kami tinggal di komplek dengan chanel Televisi gratisan yang sudah dipatok, ga bisa nambah, dari satu provider.
Pendampingan dari Orang Tua mutlak diperlukan, dalam hal televisi, karena eefek yang ditimbulkan begitu besar, mungkin memang perlu penelitian yang valid, namun menurut saya ada yang salah dengan konsentrasi syauqi ketika dia mulai menonton televisi, maka saya pun menghentikannya, seketika, tidak ada TV sama sekali, bahkan untuk bermain Wii.
Alhamdulillah membaik, selanjutnya saya beri pengertian tentang batasan-batasan, bahwa inti dari segala perbuatan itu adalah kita tahu, mana batas antara baik dan buruk, kapan kita harus berhenti, kapan kita harus terus, setelah saya rasa anak-anak cukup mengerti saya kembali mengijinkan menggunakan Televisi, namun dengan beberapa batasan, seperti waktu maksimal, dan adanya saya atau abinya yang mendampingi, tentu saja sekali lagi Tsaqib (3Y) adalah PR besar buat saya, siang ini sebelum tidur siang dia kembali menangis ketika saya mematikan televisi, waktunya dia istirahat siang setelah bersama kakaknya memainkan Wii kurang lebih 45 menit, dahulu saya sering mengalah pada tangisnya, sekarang saya tau, menuruti kemauannya berarti saya tidak menyayanginya, sering kali saya mendiamkannya beberapa waktu, setelah dia relatif tenang saya baru menggendongnya, membawanya ke aktivitas yang lain, memang tidak mudah membangun kebiasaan yang baik, namun bila kita berusaha, dan terus bermunajat Pada-Nya insya Alloh Alloh akan selalu memudahkan. aamiin
No comments:
Post a Comment