Pages

Friday, August 2, 2013

Yes we are a home school family

Then, There is time when you are realize that you are a homeschooler and this is absolutely one of them.

Yup tentu saja homeschooling di rumah kami sudah berjalan jauuuh sebelum ini, namun kadang butuh tamparan keras untuk mengingatkan kita, bahwa ya, saya seorang pelaku home education.
Meskipun bergabung di group para pelaku home education, yang pastinya sudah kenyang menghadapi yang seperti ini, tentu saja tamparan keras hanya akan berasa bila kita mengalaminya sendiri.
Tahun ini dari segi usia, waktunya mas syauqi masuk SD, tentu saja akan jadi tanda Tanya besar kenapa mas syauqi masih berada di rumah setiap hari.

And this is it, the kinda “hardship” began…… halah lebay bgt ga sey saya

Demi keamanan dan kenyamanan hidup maka peristiwa, tempat dan pelaku akan disamarkan hehehehehe tambah lebay. “siap ditimpuk pisang” long story short saya berada dalam sebuah forum dimana saya ditanya dan tidak dalam posisi untuk menjawab “semaunya”

Me, dan penanya (pe)

  • Anaknya Homechool
  • iyah
  • kenapa?
  • “senyam-senyum” pengen yang terbaik ajah bu (ingat itu adalah “forum” artinya ketika saya   jawab semua orang memperhatikan)
  • Kurikulumnya dr mana? Berkualitas ga? Kasian lo anaknya? HS dimana? Siapa yang ngajarin
  • mmmmmmm saya (jawab seperlunya masalah kurikulum)
  • (ini dia yang paling menyakitkan) harus dipikirkan dan dipertimbangkan, anaknya belajar apa, kalau kita mampu sey ga papa tai kalo kita sekedar menganggap diri kita mampu kasihan anaknya
  • eerrrrrrr mesam mesem, Insya Alloh bu, kalau yg ga mampu saya minta yang lebih mampu dan professional (abinya tentu saja)
  • Sebenernya apa sey alasannya? Kasian anaknya sosialisasinya gimana? Hidup bukan Cuma di rumah.
  • (mulai BeTe) justru bu, dengn HS anak saya bisa punya banyak teman, bisa banyak main, bisa banyak jalan-jalan ga Cuma dengan anak-anak yang sebaya (pssst ini jawaban terpanjang sepertinya dan saya langsung menyesalinya)
  • Lha itu, malah jalan-jalan, kita lg ngomongin sekolah!! (hadeeehhh) ini ga main-main lo masalah masa depan anak-anak, nanti mo HS terus ngga khan ntar SMP/SMA khan udah ga mampu tuh ngajari (deep sigh) gimana nanti anaknya? Apa gak shock sama suasana sekolahan?
  • Insya Alloh disiapkan (udah insyaf ga mau jawab panjang-panjang)
  • Memang saya tau kalau disekolah ga semua yang diajarkan baik, tapi itu justru gunanya, supaya anak belajar kehidupan bahwa hidup itu ga semua baik belajar adaptasi bagaimana menghadapi anak-anak yang nakal atau guru yang galak (kurang lebih maksudnya begitu)
  • Insya Alloh bu, saya siapkan untuk jadi yang terbaik.         

           Well,  maaf ibu tapi anak saya terlalu berharga untuk dikirim kesekolah hanya untuk di bully oleh teman dan gurunya,jika itu yang ibu maksud dengan adaptasi “sigh” saying saya ga berani jawab gitu, yes Coward me!

Forumnya dimulai, Alhamdulillah……..

Dari percakapan ini saya belajar sesuatu yang sangat berharga:

  1. Ada pertanyaan yang tidak perlu dijawab, biarkan saja meskipun orang menganggap kita “tdk normal” karena banyak pertanyaan bukan bertujuan “bertanya” hanya bertujuan untuk menunjukkan bahwa jalan yang kita pilih adalah “salah”
  2. Akan ada banyak orang yang berpikir kita kurang kompeten untuk menjadi pelaku HS, menyakitkan memang tapi biarkan saja, jadikan “sabetan” pedes untuk membuat kita lebih banyak belajar.
  3. Banyak sekali orang yang men salah artikan istilah HS (thanks to them who sell education) tapiii sebenernya juga ga kepengen tau yang bener just don’t waste your time on them.
  4. Seperti kata para senior, bahwa apapun yang kamu katakan tidak akan merubah pendirian saya tentang pemilihan metode pendidikan untuk keluarga saya, Vice Versa maka tidak perlu menjelaskan HS pada mereka karena mereka juga tidak akan merubah pendiriannya.
  5. School is not for everyone, so does Home school.


Well, saya adalah seorang pelaku Home education, karena kami merasa itu yang terbaik untuk keluarga kami, setidaknya saat ini, besok, nanti apakah akan berubah, Wallohu A’lam, karena tentu saja saya tidak tau apa yang akan terjadi didepan.

Apabila banyak keluarga lain lebih memilih sekolah saya yakin karena itu adalah yang terbaik bagi keluarga mereka.

No comments:

Post a Comment