Yup, School of Life
Buat saya itulah arti Home education buat saya, dimana kita belajar dari dan untuk hidup, karena hidup tidak melulu ujian, dan menghasilkan peringkat serta nilai sebagai hasil akhirnya
Dirumah, kita tidak melakukan ujian mencuci piring, memberi nilai untuk keahlian menanam dan ada peringkat untuk yang mencuci dan menyetrika terbaik, kenyataanya sering saya menyaksikan sedih sekali pekerjaan ini sering kali dilupakan, seakan baju bersih tersedia dengan sendirinya, masakan yang bergizi bisa dengan tiba-tiba ada di meja, rumah bisa rapi hanya dengan ditinggal tidur siang.
Padahal dari kehidupan lah kita belajar, kita belajar kesabaran dari celoteh dan polah laku anak-anak kita, ketika hari telah larut, lelah melanda dan mereka masih asyik dengan berbagai aktivitas yang menyisakan tumpukan mainan, pakaian kotor, dan sederet pekerjaan rumah yang lain, buat kami inilah salah satu pelajaran sabar yang telah semesta sediakan untuk kita.
Time management? jangan tanya lagi tentu saja, bagaimana bisa mengurus Rumah, memastikan ada makanan berkualitas di meja makan, pakaian yang bersih setiap saat, dan tetap menjalankan fungsi utama sebagai pelaku/penanggung jawab pendidikan anak-anak, belum lagi jadwal ke dokter (dokter gigi, vaksinasi, Med check up) Bergabung dengan klub? les? play date dengan sahabat anak-anak? saya kira hanya seseorang dengan time management yang baik yang bisa memastikan semua itu berjalan dengan baik dan sesuai jadwal. and everybody happy.
Science? Math? pernahkah kita berpikir ada berapa proses kimia yang terjadi ketika kita membuat tape ketan? berapa komposisi yang baik antara pakaian dengan sabun cuci, berapa liter air yang dibutuhkan, pernahkah kita memikirkannya.
Auditor,or accounting manager? well pernahkah kita menghitung berapa rasio antara pendapatan dengan kredit, produk investasi? investasi apa saja yang kita pilih? bagaimana kemanannya? evaluasi pengeluaran bulanan apakah sudah sesuai postingnya? butuh kemampuan yang handal jika kita mau memikirkannya.
Seorang perencana yang baik tentu akan mempertimbangkan dengan baik, dimana akan menginvestasikan dana pensiun, asuransi setelah pensiun, kemana rencana pendidikan anak-anak berapa biaya di masa depan dan berapa yang harus mulai kita persiapkan sekarang.
Tentu saja, kursus-kursus, sekolah-sekolah mempunyai metode yang baik untuk mengajarkan siswanya ilmu sesuai bidang yang diajarkan, banyak orang yang berhasil dengan pola ini, well saya adalah produk sekolahan, berhasil atau tidak sepertinya terlalu subyektif jika saya yang menilai.
Namun sementara ini, kami memilih jalan ini, bahwa Alloh menyediakan kurikulum terbaiknya, kapan semestinya anak-anak belajar adab? rutin melaksanakan sholat? adab sendiri begitu beragam, adab mandi, adab bertetangga, dan dalam segala aspek kehidupan, sudahkah kita mempelajarinya dan mengajarkannya kepada anak-anak kita?
Dan kembali ke awal bahwa saya yakin hidup sendiri sudah sekolah terbaik untuk kita, pilihan kita saja untuk mau membuka mata terbuka betapa luas ilmu Alloh tersedia atau tetap terkotak-kotak bagaimana cara "belajar" dan melupakan rutinitas sehari hari sebagai wahana belajar yang begitu agung.
No comments:
Post a Comment