Pages

Sunday, September 22, 2013

Berusaha melewatinya, itu saja

Begitu banyak moment yang ketika kita menhalaninya begitu terasa melelahkan, menguras emosi dan air mata, tetapi bila mengenangnya kita bisa terbahak-bahak karenanya, terasa akrab bukan? Yah karena begitulah moment keseharian kita... bersama anak-anak khususnya, terasa menggemaskan ketika dijalani namus lucu untuk dikenang, itulah sebabnya saya berpikir bahwa:
"ketika saya mengalami suatu moment yang menggemaskan, yang perlu saya lakukan adalah melewatinya, tenang.... sebentar saja, karena setelah itu saya yakin moment itu indah untuk dikenang"

Kemarin, saya mengawali pagi dengan bangun sedikit kesiangan, membuat segalanya terasa terburu-buru sejak pagi, ditambah beberapa agenda yang melibatkan tukang Service AC, dan serangga dan komplotannya yang membawa hasil membersihkan rumah beberapa kali, membuat badan sedikit lelah di sore hari, meskipun sempat "recharge" di salon setelah sekian lama tidak saling bersua, tetap merasa sedikit lelah di sore hari.

Seperti biasa ketika anak-anak ikut abinya ketika sholat maghrib, saya punya sedikit waktu untuk bergegas membersihkan rumah (lagi) mandi, kemudian "biasanya" sholat berjamaah dengan suami dirumah, entah mengapa sore itu begitu banyak yang dikerjakan dengan terburu-buru hingga menjelang sholat isya saya baru akan beranjak mandi, setelah sebelumnya kembali menyiapkan anak-anak untuk shalat isya berjamaah di masjid bersama suami.

Saya meninggalkan anak-anak dikamarnya, syauqi membaca asterix, tsaqib sedang asyik bermain, menyiapkan jahe panas untuk suami yang juga kelelahan setelah bersepeda seharian, terdengar suara suami yang menengok anak-anak ke kamar, suami berkomentar "anaknya luluran tuh!" saya menengok, tampak tsaqib memegang botol lotion (yang memang tergeletak di meja kamarnya) dan tangan serta kaki yang penuh terolesi lotion, tapi tunggu sebentar baunya sepertinya lain, saya menahan napas, entah kenapa sabun mandi yang biasanya ada dalam tas berenang syauqi ada di meja, tsaqib melumuri badannya dengan sabun, tsaqib yang baru saja saya mandikan dan gantikan baju koko untuk ke masjid, adzan berkumandang, terpaksa suami dan syauqi pergi ke masjid diam-diam, karena saya harus memandikan tsaqib lagi.

ketika saya memandikann tsaqib, saya teringat belum mematikan kompor, tadi sedang membuat jahe panas, sayapun berlari kedapur, ketika saya kembali tsaqib sudah membuka tutup selang dan menyemprotkan air tepat ke ruang tengah, ke depan televisi! dan ketika saya mengangkatnya untuk masuk ke kamar, saya tersadar bahawa seluruh badannya masih licin, ternyata dia kembali mengoleskan sabun cair yang ada di kamar mandi ke seluruh badannya (lagi) dan melemparkan botolnya ke dalam bak! saya pasrah menatap lantai yang becek (yang baruuu saja selesai saya bersihkan) dan berpikir berbahaya sekali kalau syauqi ulang, dan melihat bak yang berbusa, saya bergegas menggantikan baju tsaqib, meninggalkannya di kamar, mengepel lantai, melirik bak mandi dan berpikir mengsongkannya nanti, kembali berniat untuk mandi saya menengok tsaqib dulu ke kamar, dan..... dia memanjat kasur kakaknya membuka lemarinya, dan membuang sebagian isinya, berhamburan dimana-mana.... saya terdiam... suami dan syauqi datang (saya bahkan tak sempat bertanya, samapi saat ini kenapa mereka lumayan lama di masjid)

saya keluar kamar memeluk suami saya.... manarik napas lalu masuk ke kamar saya sendiri, dan mencoba berpikir, tunggu widya sebentarrr saja Insya alloh semua kejadian ini akan terasa lucu, saya kembali ke kamar, dan membereskan lemari sementara syauqi membawa banyak buku untuk dia dan adiknya, mungkin karena lelah tidak sengaja ibu jari saya terjepit pintu lemari dan berdarah, saya kembali menahan napas, menghembuskannya dan berkata... Astaghfirullah.

Ketika saya akhirnya selesai mandi saya mendengar syauqi berteriak memanggil saya, saya menahan napas, apa lagi? saya masuk ke kamar dan buku-buku bertebaran dimana-mana syauqi nampak kesal pada adiknya, saya memeluknya dan berkata, he just 3, lets talk to him nicely.

Lalu aktivitas malam pun berlalu seperti biasanya, membacakan buku, bercerita, sampai anak-anak tertidur, setelah itu baru membereskan buku-buku, yang sebagian ada dibawah kasur, kolong.... menata kembali rak buku sesuai kriteria, meletakkan mainan dalam kardus besar, rasanya tak ada tenaga untuk memisahkannya, dan berpikir, pasti ini akan terasa lucu ketika saya menuliskannya.

Dan ternyata,  YA memang terasa menakjubkan untuk anak seusia tiga tahun tsaqib luar biasa kreatif dan cekatan, dan tentu saja Multitasking, meskipun saat ini jempol saya masih terasa cenut-cenut, terasa indah ketika baru saja syauqi mengeceknya dan berkata, sudah sembuh umi? sambil mengelus ibu jari saya. Alhamdulillah

No comments:

Post a Comment