Pages

Thursday, September 19, 2013

What They Said

diawali dengan,
  • Anaknya Homeschool?

Selanjutnya adalah

  1. Sosialisasinya gimana (paling banyak)
  2. Kurikulumnya gimana?
  3. Ijasahnya gimana?
  4. oohh Home Schooling K*k S**o? (paling menyebalkan)
Monggo kalau yang mau baca soal Sosialisasi,
Kurikulum, atau Ijazah, rasanya masih terlalu jauh saya tidak mau someday anak-anak berkata; Everything I've ever cared about, everything I've worked for, has all been preparation for a future that no longer exists-The Day After Tomorrow (2004).
kalau pertanyaan yang keempat no comment lah, mual bahasnya.
bagi yang mau belajar Home schooling bisa dimulai dari rumahinspirasi saya dulu juga belajar banyak dari situ, eh sampai sekarang masih.

Tetapi intinya, dengan berjalannya waktu saya bisa membedakan, mana yang tanya hanya buat basa-basi, yang tanya serius (datengin saya kerumah naik motor, jauuuh sekali padahal) dan yang tujuannya hanya mau menunjukkan betapa salahnya keputusan yang saya ambil.

Kami memutuskan Homeschooling tidak tiba-tiba, dalam semalam, dapet wangsit terus home school, kami melalui proses yang panjang, diskusi yang panjang, belajar dan belajar, bertanya, browsing dan masih terus hingga saat ini, jadi meskipun pertanyaan itu terus mengalir, yang bisa saya lakukan adalah, keep swimming, keep swimming ala dori bahwa no matter what they said ini adalah jalan terbaik untuk kami setidaknya saat ini.

belakangan ini beberapa pertanyaan ini kadang-kadang jadi pertanyaan/atau pernyataan lanjutan lumayan menganggu kadang-kadang buat saya:

  1. Pasti sabar banget yah, bisa ngajarin anak sendiri.
  2. wah, pinter banget yah ibunya bisaan ngajarin, atau
  3. yakin tuh anaknya diajarin sendiri ga kasian (yah, kesimpulannya berbanding terbalik dengan diatas)
Saya tau saya masih kurang sabar, kurang pintar, dan bertumpuk begitu banyak kekurangan yang lain, tapi saya mau berusaha, bukankah guru disekolah juga punya kekurangan, setidaknya saya Ibunya, saya akan berusaha yang terbaik karena mereka adalah anak-anak saya, kembali mengulang Quote diatas  Everything I've ever cared about, everything I've worked for, has all been preparation for a future that no longer exists, karena saya tidak tahu bagaimana mereka akan menjalani hidupnya di masa mendatang, bagaimana kondisinya, kadang bahkan saya bilang pada mereka bahwa mungkin kalian tidak berpijak dibumi lagi who knows, tapi dimanapun kalian berada, menjadi orang yang baik akan tetap menjadi hal yang penting, akhlak yang baik, adab yang baik, menjadi pribadi yang utama akan selalu dibutuhkan, apapun jamannya. Maka itulah yang saya utamakan, dan selalu terucap padaNya, Mudahkanlah Ya Alloh. aamiin



No comments:

Post a Comment