- Anaknya Homeschool?
Selanjutnya adalah
- Sosialisasinya gimana (paling banyak)
- Kurikulumnya gimana?
- Ijasahnya gimana?
- oohh Home Schooling K*k S**o? (paling menyebalkan)
Kurikulum, atau Ijazah, rasanya masih terlalu jauh saya tidak mau someday anak-anak berkata; Everything I've ever cared about, everything I've worked for, has all been preparation for a future that no longer exists-The Day After Tomorrow (2004).
kalau pertanyaan yang keempat no comment lah, mual bahasnya.
bagi yang mau belajar Home schooling bisa dimulai dari rumahinspirasi saya dulu juga belajar banyak dari situ, eh sampai sekarang masih.
Tetapi intinya, dengan berjalannya waktu saya bisa membedakan, mana yang tanya hanya buat basa-basi, yang tanya serius (datengin saya kerumah naik motor, jauuuh sekali padahal) dan yang tujuannya hanya mau menunjukkan betapa salahnya keputusan yang saya ambil.
Kami memutuskan Homeschooling tidak tiba-tiba, dalam semalam, dapet wangsit terus home school, kami melalui proses yang panjang, diskusi yang panjang, belajar dan belajar, bertanya, browsing dan masih terus hingga saat ini, jadi meskipun pertanyaan itu terus mengalir, yang bisa saya lakukan adalah, keep swimming, keep swimming ala dori bahwa no matter what they said ini adalah jalan terbaik untuk kami setidaknya saat ini.
belakangan ini beberapa pertanyaan ini kadang-kadang jadi pertanyaan/atau pernyataan lanjutan lumayan menganggu kadang-kadang buat saya:
- Pasti sabar banget yah, bisa ngajarin anak sendiri.
- wah, pinter banget yah ibunya bisaan ngajarin, atau
- yakin tuh anaknya diajarin sendiri ga kasian (yah, kesimpulannya berbanding terbalik dengan diatas)
No comments:
Post a Comment