Kini Syauqi sembilan tahun, sudah sejak usia delapan tahun dia meminta jadwal yang terstruktur.
Apa yang dia kerjakan lengkap dengan target. awalnya saya menyusunnya sesuai dengan permintaan syauqi, lalu dia begitu sibuk berusaha mencapai targetnya, pernah saya menemuinya begitu bersedih karena target hariannya tak tercapai, tentu saja saya terkejut (dan terheran-heran)
Lalu saya pun mengajaknya berbicara, menghentikan kegiatan belajarnya untuk sementara, dan memulainya lagi hanya setelah dia lebih paham apa tujuan kegiatan belajar itu, apa tujuan akhir hidup kita dan visi besar homeschooling keluarga kami.
Setelah melalui pembicaraan dan diskusi dengan syauqi maka kami memutuskan bahwa yang rutin dilaksanakan selain ibadah wajib adalah standar pagi (ikut istilah teh Kiki)
Standar pagi adalah kegiatan rutin harian, yang (idealnya) harus dilakukan setiap pagi secara berurutan (by the way urutan no 7 dan 8 ketuker ya, biarin deh belum direvisi, yaa biar ketauan, kalau kami ga suka pencitraan gitu, kalau posting mesti yang bagus-bagus- apaan sey mak! belum tentu ada yang baca! )
Gambar ini kami tempel di dinding rumah untuk mengingatkan syauqi atas kesepakatan kami.
Selain itu juga ada jadwal harian, biar dibahas di lain waktu ahh...
Nah yang ini adalah standar pagi buat si bocah enam tahun yang mukanya imut banget itu :D berhubung si bocah belum lancar baca (apaaaa, enam tahun belum bisa baca, ngapain aja mak dirumah!!) sebenernya isinya sama aja sama stanar pagi mas-nya (enggak kreatif, biarin!) tujuannya kurang lebih sama. Membiasakan disiplin. Dan gaya hidup yang sehat

No comments:
Post a Comment